Flakka, Ancaman Bagi Remaja #DiamBukanPilihan
![]() |
| Sumber : http://assets.kompas.com/crop/0x0:1000x667/750x500/data/photo/2017/09/19/2907361606.jpeg |
![]() |
| Sumber : http://cdn2.tstatic.net/pekanbaru/foto/bank/images/pil-pcc-atau-flakka_20170914_132303.jpg |
Sebelum munculnya kasus mengerikan di Indonesia ini, flakka lebih dulu muncul di Florida Selatan, Amerika Serikat. Kata flakka muncul dari bahasa Spanyol yang berarti seorang wanita cantik (la flaca). Namun wanita ini terlalu cantik hingga bisa mematikan, begitu logikanya. Di Florida Selatan, seorang pria merusak pintu kantor polisi saat dalam pengaruh obat tersebut. Selain itu seorang wanita berlari di sepanjang jalan sambil berteriak “saya setan”, hal ini lah yang membuatnya menjadi seperti zombi setelah mengkonsumsi flakka. Saat kasus di Florida ini muncul kemudian BPOM merilis narkoba jenis baru yang dinamakan Flakka. Sebagai garis besarnya yang harus ditekankan bahwa narkoba jenis flakka ini lebih berbahaya tingkatnya dibanding kokain. Sama halnya dengan apa yang menimpa para remaja di kota Kendari. Mereka menjadi gila bahkan ada yang meninggal dunia. Kasus yang sebelumnya hanya mencuat di negeri Paman Sam akhirnya muncul juga di Indonesia. Perbedaan dari keduanya terletak pada kandungan zat kimia berupa MDPV (Methylenedioxypyrovalerone) yang ada di flakka Florida dan Somadril, Tramadol, dan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) yang ada di Indonesia. Namun efek dari obat tersebut yang memiliki kemiripan yaitu para penggunanya mengalami gangguan mental selayaknya orang gila. Sebenarnya, obat PCC yang dikonsumsi di Kendari bukanlah salah satu jenis narkoba yang di kategorikan oleh BNN, obat tersebut biasanya di gunakan sebagai penghilang rasa sakit dan obat untuk penyakit jantung. Namun obat ini tergolong obat keras, untuk mendapatkannya harus mendapatkan izin dan resep dari dokter. Walauun berbeda jenis namun untuk mempermudah menyebutkannya disini saya menyebut flakka, karena memiliki kemiripan efek samping
![]() |
| Sumber : http://pojoksatu.id/wp-content/uploads/2017/09/Korban-obat-PCC.png |
Sangat disayangkan, korban dari flakka di Kendari kebanyakan remaja yang berusia 11-20 tahun. Korban sedikitnya sudah mencapai 50 orang. Seorang murid SD berinisial N(11) menjadi salah satu korban yang meninggal. N yang saat itu merasakan kejang-kejang dan seperti orang gila masih sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari namun nyawanya tak tertolong. Dua korban lainnya yaitu RI(20) dan M(18) ditemukan tewas tenggelam di Laut Teluk Kendari setelah mengkonsumsi obat tersebut. Keduanya nekat loncat karena merasakan kepanasan di tubuh mereka. Hal ini diketahui setelah orang tua mereka dimintai keterangan terkait kematian mereka. Selain itu banyak juga korban yang akhirnya di larikan ke RSJ Kota Kendari Abdul Razak. Dan setelah dilakukan pendataan ternyata kebanyakan pasien yang masuk akibat flakka yaitu usia remaja dan masih berstatus pelajar. Sangat disayangkan sekali korban tersebut merupakan remaja yang usia produktif.
![]() |
| Sumber: http://image-serve.hipwee.com/wp-content/uploads/2016/01/narkoba_by_dandelife-d78lb18-1024x630.jpg |
Kenapa para remaja mengkonsumsi oba-obatan tersebut? Yang harus diketahui setiap orang sebagaimana yang dijelaskan oleh Satgas Luhpen Narkoba Mabes Polri (2001) terdapat lima faktor resiko terhadap penyalahgunaan narkoba diantaranya:
1) Faktor resiko kelompok lingkungan;
2) Faktor resiko individu;
3) Faktor resiko keluarga;
4) Faktor resiko teman sebaya;
5) Faktor resiko sekolah, kerja, dan komunitas.
Kelima faktor tersebut harus sangat di perhatikan, perlunya peran dari masing-masing individu dalam pencegahan penggunaan narkoba sangat diperlukan. Terlebih usia remaja yaitu usia dimana seorang individu selalu ingin mencoba sesuatu yang baru untuk mencari pengalaman.
1) Faktor resiko kelompok lingkungan;
2) Faktor resiko individu;
3) Faktor resiko keluarga;
4) Faktor resiko teman sebaya;
5) Faktor resiko sekolah, kerja, dan komunitas.
Kelima faktor tersebut harus sangat di perhatikan, perlunya peran dari masing-masing individu dalam pencegahan penggunaan narkoba sangat diperlukan. Terlebih usia remaja yaitu usia dimana seorang individu selalu ingin mencoba sesuatu yang baru untuk mencari pengalaman.
![]() |
| Sumber : http://3.bp.blogspot.com/-IHEJUMi7i |
Penggunaan narkoba yang dilakukan oleh para remaja termasuk daram perilaku kenakalan remaja. Berdasarkan penelitian yang pernah di lakukan, terdapat beberapa sebab seorang remaja mempergunakan narkotika, diantaranya: 1) Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya seperti ngebut, berkelahi, bergaul dengan wanita dan lain-lain; 2) Untuk menunjukkan tindakan menentang otoritas terhadapa orang tua ata guru atau norma-norma sosial; 3) Untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan seks; 4) Untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman-pengalaman emosional; 5) Untuk mencari dan menemukan arti dari hidup; 6) Untuk mengisi kekosongan dan kesepian; 7) Untuk menghilangkan kegelisahan, frustasi, dan kepepatan hidup; 8) Untuk mengikuti kemauan kawan-kawan dalam rangka pembinaan solidaritas; 9) Hanya iseng-iseng atau didorong rasa ingin tahu (Menurut Sudarsono, 2008). Sebab-sebab itulah yang mendasari seorang remaja ingin mengkonsumsi narkoba.
![]() |
| Sumber : https://www.jawapos.com/thumbs/l/news/2017/09/16/bikin-merinding-ini-pengakuan-korban-pil-pcc-setelah-sadar_c_157489.jpeg |
Rasa ingin tahu yang dimiliki para remaja sering kali membuat mereka ingin melakukan segala hal diluar logika. Yang lebih mengerikan lagi jika rasa ingin tahu tersebut condong kepada perilaku negatif. Kebanyakan dari mereka nekat melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan mereka rugi bahkan menyusahkan orang lain. Faktor lingkunganlah yang sangat mempengaruhi hal tersebut. Mereka yang bergaul di lingkungan buruk bisa mendapatkan efek yang sangat berbahaya jika tidak bisa mengatasinya. Mereka lebih memilih dianggap keren saat bergaul dengan melakukan hal-hal yang negatif. salah satu contoh yang bisa menyebabkan hal tersebut yaitu perilaku merokok. Anak-anak usia remaja sekarang kebanyakan merokok, karena di anggap keren. Padahal itu malah merusak tubuh mereka. Kurangnya pengawasan dari orang tua sebagai penanggung jawab yang memiliki peran penting sangat di sayangkan. Mereka yang seharusnya masih berada dalam pengawasan orang tua malah dibiarkan begitu saja. Disinilah peran orang tua yang sangat vital dalam mendidik anak-anaknya. Pendidikan yang ada di sekolah juga memiliki peran penting saat mengantar anak-anak menuju masa remaja. Dalam pendidikan tersebut guru diharapkan bisa menjadi pembimbing mereka untuk melakukan hal-hal yang positif. Di dalam sekolah juga diharap terdapat wadah yang bisa menyalurkan keingin tahuan anak-anak dan para remaja supaya terhindar dari kenakalan remaja.
![]() |
| Sumber : http://soloposfm.com/assets/dokumen//2017/02/narkoba.jpg |
Dari kejadian banyaknya korban flakka di Kendari menjadi pembelajaran dan berita pahit negeri ini karena kenyataannya bahwa narkoba tersebut sangat dekat dengan para remaja. Begitu mudah mendapatkan obat tersebut, padahal menurut aturannya harus sesuai persetujuan dan resep dokter akan tetapi dijual bebas begitu saja di Kendari. Bahkan sampai anak SD saja bisa mengkonsumsinya. Peredaran narkoba yang bisa berasal dari mana saja sangat mengerikan, begitu dekatnya remaja dan narkoba. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memeranginya. Masyarakat harus peduli dengan kehidupan sehat para remaja, dan juga perlunya pengawasan ekstra yang harus dilakukan oleh keluarga dan institusi pendidikan. Anak-anak dan remaja merupakan aset yang sangat berharga bagi negeri ini. Jangan biarkan masa depan mereka hancur hanya karena keingin-tahuan terhadap suatu hal yang baru. Masyarakat Indonesia dan Badan Narkotika Nasional(BNN) harus bekerja keras dalam memerangi hal ini. Masyarakat juga harus berani melaporkan kepihak yang berwenang apa bila diketahui terdapat penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan yang berbahaya. Kita bisa saja melaporkan hal tersebut kepada tokoh masyarakat, polisi ataupun BNN yang ada di sekitar daerah tersebut, agar segera ditindak lanjuti masalahnya. Kita semua harus berani melakukan hal tersebut karena di Indonesia sendiri terdapat LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) https://www.lpsk.go.id/ yaitu lembaga yang bertugas dan berwenang untuk memberikan perlindungan dan hak-hak lain kepada saksi dan korban. Kenapa kita rakyat Indonesia harus berani lapor dan mengadukannya? Karena apabila hal ini didiamkan maka semakin banyak korban yang akan muncul dan dampak lebih besarnya lagi negara ini akan hancur akibat remajanya hancur. Selain itu pemerintah juga harus tegas menegakan hukum di negeri ini. Bahkan bila perlu pemerintah harus bertindak seperti di Negara Filipina. Tidak ada kata ampun bagi para pengedar narkoba yang masih hidup di negeri ini.
Referensi :
Satgas Luhpen Narkoba
Mabes Polri. (2001). Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba; dengan Teknik
Pendekatan Yuridis, Psikologis, Medis, Religius. Jakarta: Ditbimmas Deops Polri.
Sudarsono. (2008). Kenakalan
Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
http://harianriau.co/news/detail/15872/serem-ini-fotofoto-bocah-korban-narkoba-flaka-murid-sd-meninggal
(Diakses 18 September 2017 pukul 22.35)
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/3960/C1.pdf?sequence=1
(Diakses 18 September 2017 pukul 23.14)







thank nice infonya sangat menarik, silahkan kunjungi balik website kami http://bit.ly/2QskoZs
BalasHapus