Model Sistem Dalam Pelayanan Kesehatan
Terdapat berbagai macam model sistem yang diterapkan di Rumah Sakit. Model-model ini yang didalamnya menggambarkan mengenai sistem yang ada didalam Rumah Sakit. model sistem tersebut diantaranya :
Three Core Process Model (Kelly, 2007)
Model ini menggambarkan mengenai proses horizontal yang terjadi didalam rumah sakit yang didalamnya terdapat tiga proses utama, yaitu
- Clinical/Medical Processes atau proses klinik, merupakan alasan utama kenapa pasien harus datang ke klinik, berkaitan dengan diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan perawatan paliatif. Ranah praktisi klinis (doker perawat dll)
- Operational or Patien Flow Processes proses dimana klien/pasien bisa mendapatkan akses, perjalanannya dan selama kunjungannya di klinik dimulai dari mendaftar dan memasukan pasien ke fasilitas, memberikan tes diagnostik, menentukan pasien harus pergi ke unit apa dan kapan pasien dipindahkan atau memastikan bahwa pasien menerima makanan atau obat yang sesuai waktu, dan sampai persiapan pasien saat akan keluar.
- Administrative Processes proses ini meliputi pengambilan keputusan, komunikasi, alokasi sumber daya, dan evaluasi kinerja. proses manajerial terjadi di seluruh rangkaian.
Gambar diatas merupakan bagan Three core process model yang menggambarkan ketiga proses tersebut berjalan satu arah yaitu semuanya menuju outcome atau hasil klinik yang memuaskan, memiliki nilai yang bagus untuk pasien mempengaruhi kepuasan pasien . administratif ada diatas dan dibawah proses, menggambarkan bahwa proses administratif ada di rangkaian kegiatan, dan ketiga proses tersebut saling berhubungan dengan adanya panah bolak-balik ke atas dan kebawah.
(BNQP) Baldrige National Quality Program (NIST,2017)
BNQP adalah sebuah pendekatan system untuk meningkatkan performance organisasi tersebut. Kerangka baldridge ini membantu manager dalam mengelola semua komponen organisasi sebagai suatu kesatuan yang utuh, sehingga rencana, proses, ukuran dan tindakan konsisten.
Baldrige Healthcare Criteria for Performance Excellence 2006 Kriterianya ini
memberdayakan organisasi untuk mencapai tujuannya, memperbaiki hasil,
dan menjadi lebih kompetitif.Ini
Gambar diatas merupakan ilustrasi dari elemen penting dlam model dan link antar elemennya.
- Profil organisasi (bagian atas), menentukan/mempengaruhi konteks untuk cara organisasi beroperasi. Lingkungan, hubungan kerja utama, dan tantangan strategis yang berfungsi sebagai panduan secara menyeluruh untuk system manajemen kinerja organisasi.
- Operasional system (bagian tengah gambar), mendefinisikan operasional dan hasil yang bisa didapatkan. Operasional system ini terdiri dari dua triad yang saling berkaitan, yaitu triad kepemimpinan dan triad hasil. Triad kepemimpinan terdiri dari kepemimpinan; perencanaan strategis; dan focus pada pasien, pelanggan lain dan pasar. Triad ini lebih menekankan akan pentingnya focus kepemimpinan pada strategi dan pasien/pelanggan lainnya. Pemimpin senior menentukan arah organisasi kamu dan mencari peluang masa depan untuk organisasi kamu. Triad hasil terdiri dari focus tenaga kerja, manajemen proses dan hasil. Triad ini lebih menekankan pada tenaga kerja dan proses kunci kamu yang menyelesaikan pekerjaan organisasi yang menghasilkan keseluruhan hasil kinerja kamu
- Semua tindakan mengarah ke hasil.
- Panah horisontal di tengah kerangka menghubungkan 2 triad yaitu dari triad Kepemimpinan ke triad hasil, sangat berkaitan dengan kesuksesan organisasi. Selanjutnya, panah tersebut menunjukkan hubungan sentral antara Kepemimpinan dan Hasil. Panah berkepala dua menunjukkan pentingnya umpan balik dalam system manajemen kinerja yang efektif.
- Landasan untuk system manajemen kinerja (bagian bawah gambar), terdiri dari Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan yang sangat penting untuk keefektifan manajemen organisasi kamu dan berbasis fakta, system berbasis pengetahuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan operasional kinerja.
System Model of Organizational Accidents (Kelly,2007)
Menjelaskan bagaimana kesalahan medis dapat terjadi di organisasi, pelayanan kesehatan tidak hanya menceritakan hubungan antara elemen-elemen di sistem, mengintegrasikan kelima karakteristik dynamic complexity (Reason,1990).
Definisi Error itu sendiri menurut Reason adalah Suatu kejadian yang telah direncanakan baik itu aktivitas fisik atau mental ternyata gagal untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Terdapat dua jenis ERROR yaitu
- Active Error >> Yang terjadi pada pekerja atau kesalahan yang terlihat yang dilakukan
- Laten Error >>> Yang terjadi tidak terlihat, biasanya pada jajaran atas.
Manfaat dari model sistem ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis error yang dapat terjadi didalam suatu pelayanan kesehatan. terdapat cara untuk mengidentifikasi eror dengan melihat potensi kesalahan yang ada dari setiap proses yang jika dibiarkan maka dapat menyebabkan kecelakaan (Accident) yaitu dengan Swiss Chese Model :
Pada gambar diatas menjelaskan bahwa terdapat lapisan-lapisan yang melindungi atau mencegah suatu kecelakaan, namun dari setiap lapisan keju terdapat lubang yang menggambarkan bahwa suatu kecelakaan dapat terjadi jika melewati lubang-lubang potensi bahaya. jika berhasil melewati semua lubang maka dapat menyebabkan kecelakaan.
Sebagai contoh sebagai berikut : Dokter dengan tidak berhati-hati menulis dosis yang salah dalam resep, tetapi ketika apoteker memperbaki kesalahan dan mengklarifikasi perintah dengan dokternya, kesalahan medis dapat dicegah.
The socioecological framework (Kelly, 2007)
Sosioecological Framework menyediakan perspektif sistem terpadu dan multidisiplin tentang perilaku kesehatan dan kesehatan (Reed 2001).
Memberikan pandangan yang lebih luas karena menyangkut kerangka sosial, membantu memahami berbagai macam intervensi yang dapat diberikan, dan terdapat keterkaitan antara level lain yang terlibat
Gambar diatas Menunjukan bahwa hubungan antara adanya hubungan dimulai tatanan paling kecil hingga ke yang terbesar yang dapat mengakibatkan hasil keluaran berupa tingkat kesehatan dan kebiasaan hidup sehat. Untuk lebih lengkapnya dijelaskan sebagai berikut :
- Individu, Karakteristik individu yang mempengaruhi perubahan perilaku, termasuk pengetahuan, sikap, perilaku, self efficacy, sejarah perkembangan, jenis kelamin, usia, identitas agama, identitas rasial / etnik, orientasi seksual, status ekonomi, sumber daya keuangan, nilai, tujuan, harapan, keaksaraan, stigma, dan lain-lain.
Contoh: Penentu individu perilaku merokok mencakup pengetahuan seseorang tentang risiko kesehatan terkait dan perilaku merokok keluarga dan teman. Intervensi individu untuk mengurangi perilaku merokok dapat mencakup kelas penghentian merokok dan farmakoterapi (misalnya, patch nikotin). Dampaknya diukur dengan apakah orang tersebut berhenti merokok atau tidak memulai dari awal. - Organisasi, Organisasi atau lembaga sosial yang memiliki peraturan dan peraturan untuk operasi yang mempengaruhi bagaimana, atau seberapa baik kesehatan yang ada. Faktor penentu perilaku merokok termasuk kebijakan merokok di tempat kerja dan ketersediaan kelas penghentian merokok sebagai manfaat kesehatan karyawan. Melarang merokok, menawarkan akses terbatas ke area merokok di tempat, dan membayar uang karyawan yang mengikuti kelas penghentian merokok adalah intervensi yang ditargetkan pada tingkat organisasi. Proporsi karyawan yang merokok atau "tingkat keluar" adalah ukuran evaluasi organisasi.
- Komunitas, Hubungan antara organisasi, institusi, dan jaringan informasi dalam batas-batas yang ditentukan, termasuk lingkungan binaan (misalnya, taman), asosiasi desa, tokoh masyarakat, bisnis, dan transportasi. Hubungan antara organisasi, institusi, dan jaringan informasi dalam batas-batas yang ditentukan, termasuk lingkungan binaan (misalnya, taman), asosiasi desa, tokoh masyarakat, bisnis, dan transportasi.
Contoh: Misalnya, merokok mungkin terkait dengan status sosial dan penerimaan. Karena sejarah pertanian tembakau di Amerika Serikat bagian tenggara, merokok juga dikaitkan dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Mendefinisikan ulang norma sosial dan merekrut peluang ekonomi non tobacco akan dianggap sebagai intervensi tingkat masyarakat. Dampak harus diukur berdasarkan tingkat merokok masyarakat. - Populasi, Faktor penentu populasi perilaku merokok mencakup peraturan tentang merokok di tempat umum. Intervensi seperti kawasan tanpa rokok adalah contoh intervensi tingkat populasi. Efeknya dapat diukur dengan mematuhi peraturan dan tingkat merokok penduduk.
Membaca angka dari kiri ke kanan menggambarkan bahwa untuk masing-masing tingkat determinan ini, intervensi spesifik dapat diimplementasikan dan dampaknya dievaluasi.
Fenomena Iceberg
Fenomena ini yang menggambarkan bahwa permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit merupakan permasalahan yang nampak yang sebenarnya terdapat akar permasalahan yang menyebabkan hal itu muncul. Sistem indi dapat digambarkan seperti gunung ES
Dimana di gunung es permasalahan yang terlihat sebenarnya hanya sebagian kecil yang nampak di permukaan, karena sebenarnya terdapat hal mendasar yang lebih besar yang harus diselesaikan sehingga tidak menjadi maslaha kedepannya.
Konsep Systemic Structure in Organizations (Kelly,2007)
Bab ini memperkenalkan konsep struktur sistemik dalam organisasi dan mengeksplorasi pelajaran dan strategi bagi para manajer. dimana terdapat 4 pelajaran yang dapat diambil dari struktur sistemik yang ada di organisasi yaitu :
- Struktur sistemik mempengaruhi perilaku.“ketika suatu hal terus diulang menjadi suatu kebiasaan, maka akan membentuk pola perilaku”
- Struktur sistemik tidak terlihat.“ketika suatu perusahaan mencapai kesuksesan dari suatu proyek, apabila proyek tersebut diperluas dan dikerjakan oleh tim lain, bisa jadi hasilnya baik atau kurang. Karena yang menentukan hasilnya adalah struktur yang berada dalam penyelenggara tersebut”
- Informasi penting untuk mengidentifikasi struktur sistemik. “Dibutuhkan identifikasi pola perilaku untuk mendeterminasikan struktur, interaksi dan komunikasi, dan performa data”
- Perubahan yang Berhasil memerlukan “Below The Waterline”. “Untuk mencapai suksesnya perubahan perlu mengusahakan perbaikan tidak hanya dari pola kejadian saja namun dari bawah garis air (tingkat systemic structure)” dapat diketahui dengan strategi : memahami sejarah, menyadari tentang adanya mental model dan mempelajari double loop dalam folosofi pendekatan manajemen.
Referensi
- Kelly, D. L. (2007). Applying quality management in healthcare: a systems approach. Chicago, Ill, Health Administration Press.
- NIST. (2017). About the Baldrige Excellence Framework (Health Care). [online] Available at: https://www.nist.gov/baldrige/about-baldrige-excellence-framework-health-care [Accessed 26 Feb. 2018].
Mau mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah???
BalasHapusModal Kecil bisa mendapatkan hasil yg luar biasa...
Untuk yang lagi galau, yang lagi bosan tidak tahu mau ngapain, tenang,,sekarang ada 288cash.com yang akan menghibur kalian sekaligus mengisi hari-hari kalian dengan games" online yang pastinya tidak akan mengecewakan kalian deh...dan tentu nya juga masih banyak lagi bonus tiap bulan nya buruannn,,,,yuk ikutan gabung bersama 288cash.com
Tersedia berbagai game di dalamnya :
* Sportsbook
* Kasino
* Togel
* Poker
* Number Games
* Slots
Kunjungi Situs Kami !!
Dapatkan Bonus Rollingan TO Sebesar 0,5% / Hari
Bonus Referral Sebesar 20% Seumur Hidup
dengan minimal deposit hanya Rp. 20.000 dan minimal withdraw Rp. 50.000
Info lebih lanjut silahkan hubungi CS 24/7 melalui :
* Livechat
* Whatsapp : +855888278896
* Facebook : Stefanie Huang
Salam Sukses 288cash.com